Event

Tradisi Unik Masyarakat Bali untuk Menyambut Hari Raya Nyepi

12 Mar , 2021  

Nyepi Bali

Bagi masyarakat Bali, Hari Raya Nyepi tidak sebatas 24 jam tanpa melakukan berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan. Nyepi sendiri merupakan hari yang sarat makna. Berhari-hari menjelangnya Nyepi sudah ada aneka tradisi unik yang biasa dilakukan. Tradisi apa saja yang dimaksud? Simak penjelasan di bawah ini, yuk, TSM Lovers!

 

 

Melasti

Melasti biasanya dilakukan sekitar 2 atau 3 hari sebelum Hari Raya Nyepi. Saat melakukan tradisi ini, Umat Hindu di Bali akan berjalan berbondong-bondong ke pantai. Rombongan akan membawa serta Ida Bhatara untuk dibersihkan.

Tradisi Melasti bertujuan untuk membersihkan Ida Bhatara serta diri setiap rombongan. Setelah bersih, semua jadi siap menyambut datangnya Nyepi dengan lebih khidmat.

 

 

Tawur Kesanga

1 hari sebelum Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Bali akan melakukan ritual Tawur Kesanga yang artinya menabur kembali atau mengembalikan sari-sari alam yang telah habis dipakai selama setahun belakangan. Sari-sari tersebut dipersembahkan kepada Bhuta agar tidak mengganggu kehidupan manusia dan menyebabkan Malapetaka.

Tawur Kesanga biasanya dilakukan pada siang hari. Usai prosesi tersebut, masyarakat akan melanjutkan prosesi mengasapi rumah dengan obor dan membuat kegaduhan dengan memukul aneka benda. Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh umat selalu tahu diri dan mengingat posisinya di hadapan alam semesta.

 

 

Pengerupukan

Pengerupukan dikenal juga dengan nama Pawai Ogoh-Ogoh. Tradisi ini biasanya dilakukan 1 hari sebelum Hari Raya Nyepi, tepatnya pada malam hari setelah siangnya dilakukan Tawur Kesanga. Pawai bisa dilakukan mulai petang hingga menjelang tengah malam. Pelaksanaannya tak boleh melewati tengah malam agar tidak mengganggu persiapan Nyepi.

Saat petang tiba muda-mudi Hindu akan mengelilingi desa sambil membawa ogoh-ogoh berukuran besar yang merupakan simbol dari Bhuta Kala. Pawai akan diiringi suara gamelan yang menjadikannya semakin meriah. Pada akhir pawai ogoh-ogoh harus dihancurkan dan dibakar.

 

Semua tradisi tersebut masih dan akan terus terpelihara. Selamat Nyepi untuk semua TSM Lovers yan merayakan. Semoga kedamaian selalu menyertai kita semua.

,

Event,Home

Bagaimana Umat Hindu di Luar Bali Merayakan Nyepi?

12 Mar , 2021  

Nyepi Cibubur

Nyepi adalah sebuah perayaan penting bagi Umat Hindu yang dilaksanakan setiap pergantian tahun Saka. Hari Besar ini menjadi simbol dari pensucian kembali umat manusia beserta alam di sekitarnya. Bali menjadi salah satu tempat yang paling disoroti terkait perayaan ini karena di sanalah perayaan ini bisa dilakukan dengan menyeluruh; hampir seluruh kegiatan luar ruangan dihentikan.

Tapi bagaimana ya mereka yang berada di luar Bali merayakan Nyepi? Kurang lebih seperti ini, nih, TSM Lovers!

 

 

Amati Geni

Amati Geni berarti menjauhi api. Umat Hindu di Bali maupun luar Bali dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api selama 24 jam. Aktivitas yang dimaksud termasuk memasak, membakar sampah, dan lain-lain.

Tidak bisa memasak selama 24 jam tidak menjadi masalah karena setiap yang merayakan Nyepi juga dianjurkan untuk berpuasa. Semua prosesi ini dimaksudkan untuk kembali menyucikan diri.

 

 

Amati Karya

Selain tidak boleh menyalakan api, saat Nyepi Umat Hindu juga dianjurkan untuk tidak bekerja atau biasa disebut dengan Amati Karya. Prosesi ini dimaksudkan untuk mengistirahatkan panca indera. Jika Umat Hindu di Bali bisa mendapatkannya dengan mudah, yang ada di luar Bali harus mengajukan cuti atau mendapatkan dispensasi khusus.

 

 

Amati Lelungaan

Tidak bepergian ke luar rumah adalah anjuran berikutnya yang harus dilakukan di permulaan Tahun Baru Saka. Seperti namanya, Umat Hindu di manapun berada biasanya menghabiskan satu harian penuh dengan berdiam diri di rumah dan benar-benar hanya menghabiskan waktu bersama keluarga.

 

 

Amati Lelanguan

Anjuran berikutnya yang harus ditaati oleh Masyarakat Hindu di manapun berada adalah untuk tidak mencari hiburan selama 24 jam ke depan. Anjuran ini dimaksudkan untuk kembali mensucikan jiwa dan raga yang telah terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Satu-satunya hiburan yang bisa dilakukan adalah bercengkrama dengan keluarga sambil tak lupa berdoa kepada para dewa.

 

4 hal di atas dikenal pula dengan nama Catur Brata Penyepian dan harus dilakukan oleh Umat Hindu yang tinggal di Bali maupun luar Bali. Semoga pelaksanaan Nyepi tahun ini mendatangkan ketentraman bagi semua, ya, TSM Lovers!

,